Tektonik Lempeng
TEKTONIK LEMPENG
Teori tektonik lempeng adalah teori yang sederhana. Secara singkat, teori ini mendeskripsikan lapisan terluar Bumi yang disebut dengan litosfer. Sebuah lapisan yang keras terdiri atas batuan yang kuat. Lempeng tektonik ini mengapung di atas lapisan yang disebut astenosfer. Astenosfer seperti juga litosfer tersusun atas batuan. Tapi astenosfer sangat panas.
Teori tektonik lempeng adalah teori yang sederhana. Secara singkat, teori ini mendeskripsikan lapisan terluar Bumi yang disebut dengan litosfer. Sebuah lapisan yang keras terdiri atas batuan yang kuat. Lempeng tektonik ini mengapung di atas lapisan yang disebut astenosfer. Astenosfer seperti juga litosfer tersusun atas batuan. Tapi astenosfer sangat panas.

PROSES TEKTONIK LEMPENG
Convection Mantle
Mantel
memanas akibat peluruhan radioaktif dan akibat pemanasan dari bawah oleh inti
Bumi. Walaupun mantel terdiri batuan padat (kecuali bagian kecil di mana mantel
meleleh di astenosfer) tapi mantel sangat panas dan selama waktu geologi
mengalir lambat. Batuan panas naik dari kedalaman mantel menuju litosfer,
bagian yang dingin masuk ke dalam mantel.
Gravitational Sliding
Gravitasi
dapat menyebabkan lempeng tergelincir jauh dari pusat zona pemekaran beberapa
centimeter per tahun, seperti kereta luncur yang meluncur menuruni bukit salju.
Mantle Plumes
Mantle
plumes adalah kolom panas yang naik dari dalam mantel. Proses ini terjadi
karena batuan pada beberapa bagian di mantel lebih panas dan lebih ringan dari
bagian sekitarnya di mantel. Sumber panas yang menyebabkan mantel plume bisa
jadi berasal dari inti bumi atau peluruhan radioaktif di dalam mantel.
gunungapi hot spot biasanya terjadi di bagian dalam/tengah lempeng tektonik,
jauh dari batas lempeng.
Beberapa
ahli geologi mengatakan mantel plume bisa jadi disebabkan oleh pusat pemekaran
yang baru di litosfer.
LEMPENG
Batas Lempeng Divergen (Divergent Plate Boundaries)
Batas
lempeng divergen dikenal juga dengan spreading center dan rift
zone, yaitu dua bagian yang memisah/mekar.
Pematang
Tengah Samudera (Mid Ocean Ridge)
Pematang
tengah samudera adalah pemekaran yang terjadi di samudera.
Retakan
Benua (Splitting Continent)
Retakan
benua adalah pemekaran yang terjadi pada benua. Rift Valley berkembang di zona
pemekaran benua akibat kerak benua meregang, pecah, dan terbenam akiba ditarik
terpisah.
Batas Lempeng Konvergen (Convergent Plate Boundaries)
Pada
batas lempeng konvergen, lempeng litosfer saling bertemu. Konvergen dapat
terjadi antara lempeng benua dengan lempeng benua, antara lempeng benua dengan
lempeng samudera, dan antara lempeng samudera dengan lempeng samudera.
Ketika
dua lempeng saling bertemu, lempeng yang lebih padat akan bergerak ke bawah
lempeng yang lain dan masuk ke mantel. Proses ini disebut subduksi (subduction).
Secara umum, hanya litosfer samudera yang dapat masuk ke mantel. Zona subduksi
sangat panjang. Lajurnya sepanjang lempeng litosfer yang masuk ke dalam mantel.
Ketika
lempeng samudera bertemu lempeng benua maka lempeng samudera yang padat akan
masuk ke mantel di bawah benua. Banyak zona subduksi berlokasi di tepi benua (continent
margin).
Pada
awal pembentukan litosfer samudera panas, tipis dan terang tapi saat menjauh
dari mid ocean ridge litosfer samudera menjadi tua, dingin, tebal dan padat.
Dengan demikian, densitas dari litosfer samudera meningkat berdasarkan umur.
Jika
dua lempeng benua saling bertemu maka tak ada yang dapat masuk ke dalam mantel
karena keduanya memiliki densitas yang rendah. Dua lempeng benua saling
bertubrukan satu sama lain membentuk rangkaian gunung yang besar.
Batas Lempeng Transform (Transform Plate Boundaries)
Batas
lempeng transform terbentuk di mana dua lempeng bersisian secara horizontal
satu sama lain dan bergerak dengan arah yang berlawanan. Tipe batas lempeng ini
dapat terjadi pada lempeng samudera dan lempeng benua.
ANATOMI LEMPENG TEKTONIK
Lempeng
tektonik dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Sebuah lempeng adalah sebuah pecahan
dari litosfer. Dengan demikian yang termasuk dalam lempeng adalah kerak dan
mantel bagian atas.
2.
Dalam sebuah lempeng dapat mencakup
kerak samudera dan kerak benua. Ketebalan rata-rata litosfer yang mencakup
kerak samudera adalah 75 Km, sebaliknya litosfer yang mencakup benua 125 Km.
Litosfer bisa jadi setebal 10 – 15 Km pada pusat pemekaran samudera.
3.
Lempeng bersusunan keras, secara
mekanik tersusun atas batuan yang keras.
4.
Lempeng mengapung di atas batas yang
panas, astenosfer yang plastis, dan meluncur secara horizontal di atasnya.
5.
Perilaku lempeng sama seperti papan
besar es yang mengapung di atas danau, sedikit lentur seperti skater, mengikuti
pergerakan vertikal yang kecil. Secara umum merupakan lembaran batuan besar dan
utuh yang bergerak.
6.
Tepi lempeng adalah daerah aktif
tektonik. Gempabumi dan gunungapi umum terdapat pada batas lempeng. Sebaliknya
bagian dalam litosfer biasanya merupakan daerah stabil secara tektonik.
7.
Pergerakan lempeng tektonik
bervariasi mulai dari 1 – 16 cm per tahun.
KONSEKUENSI PERGERAKAN LEMPENG
Gunungapi
Erupsi
gunugapi terjadi saat magma yang panas naik ke permukaan bumi. Erupsi gunungapi
biasanya terjadi pada batas lempeng divergen dan konvergen. Terdapat tiga
faktor yang dapat melelehkan batuan menjadi magma dan menyebabkan erupsi
gunungapi. Yang paling nyata adalah kenaikan temperatur. Batuan panas
juga akan meleleh menjadi magma jika ada penurunan tekanan atau jika air masuk
ke dalamnya.
Pada
batas divergen, astenosfer yang panas naik mengisi celah antara dua lempeng
yang memisah. Penurunan tekanan menyebabkan astenosfer naik. Hasilnya,
bagian-bagian astenosfer meleleh membentuk magma basaltik yang sangat banyak,
lalu keluar ke permukaan bumi. Mid ocean ridge adalah rangkaian gunungapi dan
aliran lava dasar laut yang terbentuk pada batas lempeng divergen. Gunungapi
biasanya juga terbentuk pada pemekaran benua.
Gempabumi
Gempabumi
biasanya terjadi di tiga batas lempeng tektonik, dan biasanya jarang terjadi
pada bagian dalam lempeng tektonik. Gempa terkonsentrasi pada batas lempeng
karena batas lempeng adalah zona rekahan pada litosfer di mana lempeng yang
satu tergelincir pada lempeng yang lain.
Pembentukan Gunung
Banyak
dari rangkaian gunung terbentuk pada zona subduksi. Volume magma yang besar
naik ke kerak menyebabkan terbentuknya pegunungan. Erupsi gunungapi membentuk rangkaian
gunungapi. Rangkaian gunungapi juga terbentuk pada zona pemekaran.
Palung Samudera
Palung
samudera panjang mengikuti batas pada lantai samudera yang berkembang di mana
subduksi masuk ke dalam mantel. Sebuah palung dapat terbentuk dimanapun subduksi
terjadi. Palung adalah bagian paling dalam pada cekungan samudera.
Migrasi Benua dan Samudera
Perpindahan
benua terjadi pada permukaan bumi karena benua merupakan bagian dari lempeng
litosfer yang bergerak. Saat benua berpindah, cekungan samudera terbuka dan
menutup selama waktu geologi.
SUPERKONTINEN
Antara
2 – 1.8 miliar juta tahun lalu, pergerakan lempeng tektonik menyatukan
mikrokontinen membentuk superkontinen pertama yang dikenal dengan Pangea I.
Setelah Pangea I retak sekitar 1.3 miliar tahun lalu, fragmen kerak benua
berkumpul kembali membentuk superkontinen kedua yang disebut Pangea II, sekitar
1 miliar tahun lalu. Kontinen ini kemudian pecah, lalu pecahan kontinen ini
mengumpul kembali menjadi superkontinen ketiga yang disebut Pangea III, sekitar
300 juta tahun lalu.
ISOSTASI: PERGERAKAN LEMPENG SECARA VERTIKAL
Konsep
di mana litosfer mengapung seimbang di atas astenosfer disebut isostasi.
Pergerakan vertikal sebagai respon terhadap perubahan beban disebut penyesuaian
isostatik (isostatic adjusment). Gunung es yang besar memiliki puncak
yang tinggi dan dasarnya masuk jauh ke bawah permukaan air. Ini adalah
ilustrasi untuk isostatic adjusment. Rangkaian pegunungan yang tinggi memiliki
“akar” yang dalam dibanding dataran. Dasar gunung es yang tinggi lebih
dalam dibanding dasar gunung es yang lebih kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar